persahabatan di tengah maut.. Oktober 24, 2009
Posted by ayazahra in Life Stories.2 comments
Suatu hari ada 4 orang mahasiswa yang bernama Raya, Wati, Diani, dan Anti sedang berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan di kota Depok. Mereka bermaksud mencari gaun yang berwarna emas untuk dipakai ke pernikahan salah satu sahabat mereka.
”Kita sudah berkeliling 4 lantai, tapi sepertinya susah sekali ya mendapatkan gaun yang pas di hati dan pas di kantong”, kata Anti.
“Kalau cari gaun itu memang susah dan perlu kesabaran yang luar biasa buu..”, jawab Raya.
“Di Toko milikmu Raya, ada gaun ga?” Tanya Diani
“Lha, si Raya mah toko Batik, ada juga paling kebaya-kebaya batik gitu yang warna emas ya, kan kita maunya cari dress” tukas Wati.
“Hahaha,, anak pintar, Wati itu pintar banget ciii”, jawab Raya sambil mencubit pipi sahabatnya Wati.
“Lagipula kita turun lagi gitu 2 lantai kebawah ke toko si Raya?? Alamak,..sudahlah kita teruskan perjalanan saja”,tukas Anti
“Semangat, semangat, c’mon girl’s”, kata Diani (lagi…)
saya menangis… Oktober 14, 2009
Posted by ayazahra in Life Stories.add a comment
Ya Allah.. kacaunya hati saya pagi ini, ketika ku dapati wajah bunda yang mengandung dan membesarkanku muram dan tampak sedih sekali..
ku dapat merasakan kepedihannya yang teramat dalam. Beliau diberikan cobaan yang berhubungan dengan mautMu ya Allah..
Orang-orang tersayang beliau kau ambil….
aku ta tega melihat wajahnya.. aku menangis.. aku ta kuat.. aku tak mau ia rapuh, aku ingin ada di sampingnya disaat2 tersulitnya.. tapi apa dayaku, tuntutan akademis amanah yang luar biasa besar telah ku jalani saat ini, ujian-ujian yang hadir sungguh membuatku tak dapat meninggalkannya. (lagi…)
My Diary Oktober 3, 2009
Posted by ayazahra in Life Stories.add a comment
Terbangun di pagi buta, teringat ku harus mempersiapkan bahan yang akan kuberikan untuk bekal praktikum sebagai asisten di hari itu. Setelah itu mulai bersiap berangkat ke kampus untuk praktikum. Ku tahu pasti hari ini aku akan merasakan kelelahan yang luar biasa. Pagi hingga sore, aku terus praktikum dengan bertanggung jawab terhadap beberapa mahasiswa dari berbagai tingkat, yang pengetahuannya masih harus terus dipacu. Belum lagi psikis mereka ketika menemui bahan-bahan kimia berbahaya. Sentuhan batin dari sebuah tanggungjawab besar sangat menusuk relung kalbuku. Aku harus bisa kuat mengendalikan lahir dan batin mereka.
Praktikum akhirnya usai sore, tenagaku mulai berkurang tapi ku teringat ada amanah besar yaitu perkuliahanku yang akan ku mulai sore ini. Langsung bergegas menuju kampus tercinta, fakultas teknik UI. (narsis mode on)..hehe. Sesampainya disana beberapa menit melakukan sedikit relaksasi diri agar lahir batinku menjadi segar kembali. Kemudian masuk ke dalam kelas, dan mengikuti kuliah hingga malam, sekitar pukul 21.30WIB. Cukup malam untuk pulang kembali ke kostan yang alhamdulillah berada di daerah yang ramai. (lagi…)
Hai seseorang terkasih… Oktober 3, 2009
Posted by ayazahra in Life Stories.add a comment
Maaf bila aku membuat dirimu masuk ke dalam semak yang seakan menjadi pesakitan hati dan jiwamu.
Aku tak menyangka fatamorgana indah itu ternyata hanya sebuah ladang tumbuh-tumbuhan berduri tajam. Aku ingin merasakan perih-perih yang kau rasa disana, agar ku juga benar-benar mengerti. Aku ingin menolongmu, tapi apa yang dapat ku lakukan, aku saja tidak tahu. Tersudut bagai keledai di ujung jalan, sudah bodoh, tak tahu harus kemana dan tak tahu harus berbuat apa.
Hanya ikhlas melihat, mendengar dan mencoba merasakan hal yang sedang terjadi. Apa sih mauku??? Aku pun tak tahu jawabannya. Yang ku tahu semua harus berujung indah untuknya, tapi bukan untukku.
Jangan kau paksakan dirimu berada dalam jerat lingkaranmu yang hanya dapat membunuhmu perlahan. Bila perlu, lepaskanlah.. Pergilah dengan tenang, kembalilah kepada jiwamu yang lebih baik seperti dulu. Aku tak apa. Karena aku sadar, tak ada yang bisa kuberikan lebih dari ini. Aku hanya menjadi diriku sendiri, tanpa melebih-lebihkan yang ada. Inilah aku. (lagi…)
dear friday… Agustus 21, 2009
Posted by ayazahra in Life Stories.add a comment
pagi hari yang cerah selalu membuat hatiku lapang…
Setelah shalat ku teruskan membaca novel yang belum habis ku baca, sebuah novel yang syarat makna hidup berjudul “Dalam Mihrab Cinta”, aku sangat menikmati membaca buku tersebut sambil merasakan kehangat susu coklat di teras kamarku…
Lalu, tiba-tiba ku teringat apa yang telah ku lewati malam tadi. Aku mulai merasakan kesal, tak ku kira dia menghubungiku lagi. Sudah ku lupakan dia dengan sepenuh hatiku dan segenap jiwa ini, dengan menenggelamkan segala sesak yang pernah ada. Aku merasa telah bebas dari nya. Tapi tak ku sangka, dering telepon itu membuatku menyesal mengangkatnya. Pikiran positifku muncul saat ia meminta maaf padaku dalam rangka menjelang ramadhan, pasti dia ingin menjalin silaturahmi yang lebih baik dari sebelumnya setelah peristiwa yang menyakitkan dulu.. aku pun meminta maaf padanya dan pasangannya, tapi ooppsss…..
Dia bilang padaku, “jangan bilang-bilang dia ya kalau aku telepon kamu malam ini, nanti aku berantem lagi”. Oh noooo…. lelaki itu ternyata.
Aku sungguh sedih saat ia mengatakan itu, ternyata dia menghubungiku tetap dalam keadaan diam-diam.. aku kesal dibuatnya, kalaupun pasangannya masih belum bisa menjalin silaturahmi padaku, sudahlah.. jangan libatkan aku lagi, aku tak mau ia gunjingkan nantinya seperti dulu. Sudah cukup kejadian terdahulu menginjak-injak harga diriku. Jadi sudahlah.. aarrghh.. lelaki itu membuatku kesal.
Astaghfirullah.. apa yang ku pikirkan, apa yang telah ku rasakan, mengapa cepat sekali emosiku terpancing.. Apa artinya ini, apakah aku belum benar-benar memaafkannya???… Aku tak ingin punya rasa dendam padanya ataupun dengan pasangannya. Aku tak ingin punya prasangka ini.
Ya Allah jauhkan aku dari segala resah karena prasangka ini. Aku hanya ingin memaafkan dan dimaafkan..
